Pray Nadeak's Blog

(Indahnya Berbagi)

Cinta Kasih dalam Keluarga Menembus Batas Generasi

on February 10, 2013

       Pembaca sekalian, kali ini saya ingin berbagi tentang sebuah video nan penuh makna. Video ini merupakan iklan layanan masyarakat Singapura. Saya sendiri tahu video ini ketika ibadah Minggu di GKI Cawang, dimana ketika sang pendeta menutup khotbahnya beliau memberikan ilustrasi singkat dengan dengan memutar video ini di akhir khotbahnya.

       Video ini ber-subtitle bahasa Inggris. Akan tetapi, saya akan tetap menjelaskan isi cerita dari video ini agar pembaca semua dapat mengerti maksud dari video ini dan mempraktikkan nasihat yang ada di dalamnya dalam kehidupan berkeluarga.

       Awal cerita video ini dimulai dari ketika sang nenek berada di rumah sakit. Di rumah sakit itu dia dijaga oleh anak laki-lakinya, istri anak laki-lakinya, dan cucunya. Dengan sabar si anak laki-laki ini merawat ibunya (nenek tadi) dan ini membuat anaknya sendiri (cucu nenek tadi) merasa heran dengan kesabaran ayahnya dalam menjaga neneknya.

       Kemudian, alur cerita pun mundur ke kondisi satu tahun yang lalu (flashback). Saat itu, sang nenek baru pindah ke rumah anaknya setelah suaminya lebih dahulu pergi meninggalkan dunia. Dalam keseharian, sang nenek terlihat tak betah tinggal di rumah anaknya. Ketika sang nenek makan di rumah itu, dia mengeluhkan daging yang dimasak terlalu alot (keras) sehingga dia mengira bahwa dengan memberi daging itu kepadanya berarti mereka ingin membuatnya tersedak, lalu mati. Sang anak laki-laki pun tetap sabar dengan tingkah ibunya (sang nenek). Dia menyuapi ibunya sayur -yang lebih lembut teksturnya daripada daging- namun ibunya tetap menolaknya. Istri si anak laki-laki ini dan anak mereka meninggalkan ruang makan itu meninggalkan ruang makan itu dengan hati yang cukup kesal melihat tingkah sang nenek.

       Berikutnya, dalam puncak ketidakbetahannya sang nenek di rumah itu, dia ngambek dan ingin pindah ke rumah saudara perempuannya di Red Hills. Tentu saja keputusan ini membuat anak laki-lakinya sedih. Cucu sang nenek masih bingung mengapa ayahnya harus bersedih, padahal sang nenek sudah membuat ayahnya sakit hati dengan segala macam keluhan dan ketidakbetahan sang nenek di rumah mereka.

      Kemudian, alur cerita pun mundur ke masa kecil anak laki-laki nenek tadi (saya menduga si ayah sedang menceritakan kepada anaknya tentang masa kecilnya bersama sang nenek, meski tidak secara tersurat terlihat dalam subtitle video). Di masa itu, sang nenek bersusah payah mencari angkutan umum dalam naungan hujan deras. Ia mencari angkutan umum untuk membawa anaknya yang sakit ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, sang nenek tidak bisa serta merta langsung menghadap dokter. Dia harus antri dulu menunggu gilirannya dipanggil. Anak laki-lakinya pun akhirnya dinyanyikan semacam lagu (saya sendiri tak tahu itu lagu apa, karena dinyanyikan dalam bahasa Tionghoa dan tidak ada subtitle-nya) untuk menguatkan sang anak menghadapi sakitnya dan akhirnya anak laki-laki itu pun membuka matanya (awalnya si anak laki-laki tadi mashi pingsan/tidur karena lemas).

      Kemudian, alur cerita berpindah lagi ke kondisi dimana sang nenek di rumah sakit (seperti di awal cerita). Sang anak laki-laki pun mengusap-usap ibunya (nenek tadi) sambil bernyanyi dengan penuh kesabaran untuk menguatkan sang nenek menghadapi sakitnya. Si nenek pun lantas mengeluarkan air mata dan hal itu mengingatkan akan masa-masa dimana sang nenek dengan sabar mengusap anaknya di rumah sakit dahulu sembari menunggu antrian untuk konsultasi ke dokter.

      Terakhir, video ini ditutup dengan suatu pesan moral “How One Generation Loves, The Next Generation Learns“. Arti pesan tersebut kurang lebih “Bagaimana suatu generasi mengasihi/mencintai, maka generasi yang selanjutnya pun akan belajar dari hal tersebut”.

     “Cinta kasih dalam keluarga menembus batas generasi”. Hal inilah yang saya dapat dari video tersebut. Jujur, saya ingin menangis ketika menonton video tersebut. Mengapa? Karena cerita itu mengingatkan saya akan kelakukan saya pada masa kecil, yang mirip sekali dengan kelakuan cucu sang nenek. Sejak kecil, opung (bahasa batak : nenek) saya tinggal bersama saya, mama saya dan adik-adik saya. Opung saya agak mirip kelakuannya dengan sang nenek di video tadi (maklum, sudah lanjut usia. Hehehe). Waktu masih kecil, saya terkadang suka kesal dengan tingkah opung saya itu, namun mama tetap saja sabar dan memaklumi. Saya pun pada akhirnya seiring bertambahnya usia makin mengerti mengapa mama bisa begitu sabar dengan opung. Hehehe :’)

       Semoga video ini dapat membangkitkan semangat cinta kasih dalam keluarga kita masing-masing sampai generasi-generasi selanjutnya dan membuat kita juga berpikir dua kali sebelum kesal atas segala keluhan-keluhan nenek/kakek kita. God bless us !

Salam.


One response to “Cinta Kasih dalam Keluarga Menembus Batas Generasi

  1. annesanurul says:

    Haloo pray..😀 mampi” dong. anesanurul.wordpress.com baru nih😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

FORUM STATISTIKA

Speaks With Data

Scholarship and Career Tips

About scholarship, career and work life..

Merajut Kata

Untuk-MU, ALLAH-ku.. Untuk Mereka, Orangtuaku.. Untukmu, Saudaraku..

anesanurul.wordpress.com/

Free like a sea, High like a Sky

minyak ikan kod

hanya tuang pikiran daripada bengong

The Wina

Because of all stories, nothing lasts forever

Immigration Reheated.

Politics & policy of immigration reform. Hoping third time's the charm.

Patrick Tucker

Writer. Editor. Futurist

divorcescience

the scientific study of divorce & support for families

cobodoe

a dreamer

Indahnya Ilmu

Biarkan jari-jarimu menari~

Pray Nadeak's Blog

(Indahnya Berbagi)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: